Saturday, 23 April 2011

my project

The “O” project yaitu suatu project yang digagas oleh Devitasari Ratna Septi Aningtiyas tentang peningkatan standard an kualitas dari Obsesi. The “O” project mencakup beberapa tabs atau target, yaitu :
- Active
- Family
- Innovative and Creative
Ok, gw bakal bahas hal itu satu per satu.
Active, untuk mewujudkan crew Obsesi yang aktif, rasanya perlu mengkaji ulang susunan atau tatanan crew selama ini. Mulai dari proses perekrutan hingga saat kerja. Di sini, gw pengen ngerubah tatanannya. Gw pingin di Obsesi itu ada suatu crew inti yang di dalamnya terdiri atas :
1. Pimred (harus benar-benar handal)
2. Wapimred
3. Sekertaris
4. Wakil Sekertaris (terserah 1 atau 2)
5. bendahara
6. Wakil Bendahara (1 atau 2 terserah, ngurusi uang cuy!!)
7. editor (mungkin 3 atau 4 supaya proses pengeditan bisa lebih cepat)
8. marketing (4 atau 5 orang, karena dalam mencari iklan itu sulit Dan dibutuhkan orang-orang yang benar-benar handal)
9. Typer + Ilustrator (untuk typer, 4 atau 5 orang. Karena penting beudh)
Crew ini mungkin hanya 20 sampai 30 orang saja (supaya lebih efektif). Jangan terlalu banyak merekrut crew, karena crew yang terlalu banyak biasanya ribet. Lebih baik dengan crew yang sedikit tapi aktif. Mungkin tatanan crew di atas sama dengan yang sebelumnya,. Tapi ada yang membedakan. Gw pingin ada crew tambahan yang berasal dari non Obscrew atau siswa biasa. Mereka bisa mengirimkan artikel, foto, design yang sesuai dengan topic Obs, untuk selanjutnya di edit, lalu yang bagus bisa dimuat, so gagh hanya sekedar cerpen ato puisi. Pemilihan mereka pun juga bisa dari guru Bahasa. Gw kira lebih efektif, so, yang kerja thuh semuanya, boleh dibilang “karya bersama siswa Smansa”. Dan, dalam kegiatan rapat Obs, para crew biasanya banyak yang hanya diam ataupun ngobrol dengan temannya tanpa memperhatikan yang bicara di depan. Mereka jarang ngasih pendapat, atau istilahnya sih passive crew. Haddewh, crew yang begitu harus dibasmi!! Speak Up !! jurnalistik itu mah harus berani ngomong ataupun ngungkapin semua yang ada di mindnya mereka. So, mending dibuat acara kayak pelatihan gituu, tapi kayak model latihan kepribadian. Gagh ada ruginya boss!!
Family, obscrew merupakan sebuah ekstrakurikuler jurnalistik sekolah. Di dalam Obsesi dibutuhkan kebersamaan, kekompakan, kerjasama yang baik antar crew serta keharmonisan dalam menjaga kesatuan Obsesi. Anggaplah Obsesi itu adalah sebuah keluarga dan obscrew itu adalah saudaramu. Jangan pernah ada pertengkaran diantara crew, yang nantinya itu hanya akan membuat renggang Obsesi. So. Gw pengen Obscrew lebih akrab lagi. Misalnya dengan mengadakan acara makan bersama atau jalan bareng gitu bisa nambah akrab crew. And untuk keakraban dengan alumni, ya juga harus sering kumpul bareng gitu (kalo ada waktu), sharing gitu kek, apa yang lain gitu. Kan kalo akrab dipandangnya enagh,hehehe. So, Obscrew dari jaman purba hingga jaman modern saling kenal dan akrab serta tumbuhlah rasa kekeluargaan yang erat dan hangat.
Innovative and Creative, jurnalistik itu butuh otak-otak yang penuh dengan ide. Agar karya-karya yang dihasilakan itu bisa colorful. Gw pengen di Obsesi itu ngadain semacam diklat kejurnalistikan, kalo bisa sich dengan pakar yang “wow”. Kan bisa nambah pengalaman. Mungkin aja ya, ide-ide itu berkembangnya dari berbagai hal. untuk mengasah otak para crew, gw pengen ngadain semacam test kecil-kecilan seperti test IQ gitu, tapi khusus Obsesi. Mereka dikasih beberapa tantangan seperti project gitu dan harus memecahkannya. So, mau gagh mau mereka harus berfikir ekstra, lalu juga pake kerja kelompok gitu, agar kerja timnya bagus. Eh, juga dengan pemasangan mading yang menurutku amburadul. Udah waktunya gagh tentu, jarang diperhatiin pula. Hadudd-hadduhh, kerjaan tuh buat the next boss Obsesi.
Dalam AFI (singkatan target gw), gw pengen “perubahan” dalam Obsesi. Cus, gw rasa amburadul. Hmmhh, moga tahun depan ada “Sang Penyelamat” yang menyelamatkan Obsesi dari keterpurukan. Target gw selain AFI tadi tuh, gw pengen Obsesi punya base camp, camera, laptop, de el el. Hahahha. Ngarepnya banyak beudh. Tapi, kalo menerapkan the “O” project gw rasa bakal kesampaian dehh. Gw optimis kalo project gw bila dijalankan bakal berhasil. Tapi ya liat-liat crew yang lain dulu, kalo mereka gagh mood dengan Obsesi yaa percuma. Kalo mereka gag ada rasa memiliki Obsesi ya percuma. Mending kayak anak SMP aja, serba dibantu guru (enagnya). Gw berharap dengan ini, Obsesi bisa lebih berkembang lagi. Gw pengen Obsesi bisa nampang di koper, bisa ikut Deteksi JawaPos, bisa ikut di berbagai event, bisa nerbitin majalah tepat waktu dan masiih banyak lagii.
Gw juga pingin Obsesi itu gagh Cuma ecegh-ecegh. Tapi gw juga bingung mau pake bumbu apa biar ada “taste”nya. Hahahha. Mungkin kalo project gw kagah dipake atau mungkin terkendala oleh beberapa hal, gw milih nurut ama the bossnya deh, tapi ya gag semuanya nurut, yang gw anggap bener ya gw turut, yang gagh yaa nggag lah.
Catatan : Gw suka Obsesi, tapi sayang, belum semua crew menyayangi Obsesi. Mereka hanya separuh hati mengikutinya. Mungkin karena mereka terlalu menganggap biasa hal ini, tapi bagiku luar biasa. Gw ngrasa kasihan sama temen-temen yang kerjanya di Obsesi itu penuh dengan perjuangan, apalagi Mbak Pind+Mbak Evh.
Catatan lagi : maaf, Cuma dikit, kagagh ada inspirasi. Terserah anda mau bilang apa ke saya. Saya tidak ada angan-angan dalam Obsesi kecuali memenuhi target AFI. Mungkin The “O” project tidaklah sempurna untuk membuat Obsesi lebih berkembang lagi. Tapi, bila ada kemauan yang keras dari semua pihak agar Obsesi jadi yang terbaik serta dengan berbagai upaya, saya yakin Obsesi bisa! Saya juga akan ikut bekerja keras (apabila tidak diDO), “man jadda wa jadda”. (ceillehh bahasaanyaaa) .

No comments:

Post a Comment