Thursday, 20 February 2014

bahan ajar tahap perkembangan peserta didik



BAHASAN 4
TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
T U J U A N
Setelah mempelajari bahasan tahap-tahap perkembangan peserta didik, pembaca diharapkan dapat :
1.      Mengetahui  tahap-tahap perkembangan peserta didik menurut beberapa ahli.
2.      mengidentifikasi karakteristik tiap-tiap masa pada tahap-tahap perkembangan peserta didik.
M A T E R I
1.    Tahap-tahap Perkembangan Menurut Thornburg
1.      Masa Bayi 0-2 bulan
a.         Periode dalam kandungan           : Mulai dari terjadinya konsepsi sampai lahir,
b.         Periode baru lahir             : Lahir sampai umur 4 atau 6 minggu,
c.         Periode bayi                                 : Umur 4 atau 6 minggu sampai 2 tahun.
2.      Masa Kanak-kanak 2-11 tahun
a.         Periode kanak-kanak permulaan, umur 2-5 tahun,
b.         Periode kanak-kanak pertengahan, umur 6-8 tahun,
c.         Periode kanak-kanak akhir, umur 9-11 tahun.
Praremaja 9-13 tahun
3.      Masa Remaja 11-19 tahun
a.       Remaja permulaan, 11-13 tahun,
b.      Remaja pertengahan, 14-16 tahun,
c.       Remaja akhir, 17-19 tahun.
Pemuda 19 tahun-22 tahun
4.      Masa Dewasa 20-81 tahun
a.    Dewasa permulaan 20-29 tahun,
b.    Dewasa pertengahan 30-49 tahun,
c.    Dewasa 50-65 tahun,
d.   Dewasa akhir 66-80 tahun,
e.    Tua 81 tahun keatas.
Adapun karakteristik dari setiap tahap perkembangan adalah sebagai berikut:
1. Masa Bayi
Bayi adalah masa tahapan pertama kehidupan seorang manusia setelah terlahir dari rahim seorang ibu. Pada masa ini, perkembangan otak dan fisik bayi selalu menjadi perhatian utama, terutama pada bayi yang terlahir prematur maupun bayi yang terlahir cukup bulan namun memiliki berat badan rendah.
2. Masa Kanak – kanak
Masa ini berlangsung mulai dari umur 2 tahun sampai 6 tahun. Tugas ibu kini adalah mendorong pola – pola kelakuan yang memungkinkan anak mengambil tempat dalam masyarakat manusia. Masa ini pun kita akan melihat bagaimana bayi yang sebelumnya sangat tergantung penuh pada sang ibu, kini mereka harus berusaha bergerak untuk melepaskan kemandiriannya secara perlahan – lahan, tetapi tidak dipungkiri seorang ibu akan selalu membantunya walaupun tidak secara penuh. Pada masa kanak-kanak awal, rata-rata anak bertambah tinggi 6,25 cm setiap tahun, dan bertambah berat 2,5 – 3,5 kg setiap tahun. Pada usia 6 tahun berat harus kurang lebih mencapai tujuh kali berat pada waktu lahir.
3. Praremaja
Akhir masa kanak-kanak yang berlangsung dari enam tahun sampai sepuluh tahun sampai dengan anak mengalami kematangan seksual yaitu sekitar tiga belas tahun bagi anak perempuan dan empat belas tahun agi anak laki-laki, oleh oang tua disebut sebagai ‘usia yang menyulitkan’, ‘tidak rapi’, atau ‘usia bertengkar, oleh para pendidik disebut sebagai ‘usia berkelompok’, ‘usia penyesuaian’, atau ‘usia kreatif’. Pertumbuhan fisik yang lambat pada ahir masa kanak-kanak dipengaruhi oleh kesehatan, gizi, imunisasi, sex, dan intelegensi.
4. Masa Remaja
Adalah masa ketika seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis, dan pematangan fungsi seksual. Masa pubertas dalam kehidupan kita biasanya dimulai saat berumur delapan hingga sepuluh tahun dan berakhir lebih kurang di usia 15 hingga 16 tahun.Masa puber memiliki fase negatif yang berarti mengambil sikap “anti” terhadap kehidupan atau kelihatannya kehilangan sifat-sifat baik yang sebelumnya sudah berkembang.
5. Pemuda
Adalah suatu periode transisi dari masa awal anak anak hingga masa awal dewasa, yang dimasuki pada usia kira kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 tahun hingga 22 tahun. Masa remaja bermula pada perubahan fisik yang cepat, pertambahan berat dan tinggi badan yang dramatis, perubahan bentuk tubuh, dan perkembangan karakteristik seksual seperti pembesaran buah dada, perkembangan pinggang dan kumis, dan dalamnya suara. Pada perkembangan ini, pencapaian kemandirian dan identitas sangat menonjol (pemikiran semakin logis, abstrak, dan idealistis) dan semakin banyak menghabiskan waktu di luar keluarga.
6. Masa Dewasa
Santrock (2002) mengatakan masa dewasa awal adalah masa untuk bekerja dan menjalin hubungan dengan lawan jenis, terkadang menyisakan sedikit waktu untuk hal lainnya. Masa dewasa pertengahan (madya) atau yang disebut juga usia setengah baya dalam terminologi kronologis yaitu pada umumnya berkisar antara usia 40 - 60 tahun, dimana pada usia ini ditandai dengan berbagai perubahan fisik maupun mental (Hurlock,1980:320). Berdasarkan defenisi secara umum, seseorang dikatakan lanjut usia (lansia) apabila usianya 65 tahun ke atas. Lansia adalah keadaan yang ditandai oleh kegagalan seseorang untuk mempertahankan keseimbangan terhadap kondisi stres fisiologis. Kegagalan ini berkaitan dengan penurunan daya kemampuan untuk hidup serta peningkatan kepekaan secara individual (Efendi, 2009).  
2. Tahap-tahap Perkembangan Menurut Papila, Olds, dan Feldman
1. Masa Pra-Natal (Pranatal Stage)
Masa pra-natal ditandai dengan proses pembentukan sistem jaringan dan struktur organ-organ fisik. Proses pertumbuhan dan perkembangan dimulai sejak terjadinya pertemuan antara spermatozoon dengan sel telur (ovum) yang berubah menjadi embrio. Proses perubahan tersebut berlangsung sangat cepat yakni 9 bulan 10 hari atau 42-43 minggu.
2. Masa Bayi dan Anak Bawah Tiga Tahun (Batita/Toddler)
Setelah bayi dilahirkan dengan baik, seorang bayi akan segera menangis yang menandakan berfungsinya perasaan dan panca-indera bayi dalam proses penyesuaian diri untuk menghadapi lingkungan hidup yang baru. Setelah lahir, seorang bayi akan terus mengalami pertumbuhan dan perkembangan selama masa pengasuhan, pemeliharaan, dan bimbingan dari kedua orang tuanya. Si anak akan belajar mengembangkan segenap potensinya (kognitif, afektif, psikomotorik, maupun psikososial).
Selain itu, ciri yang spesifik pada masa bawah tiga tahun ini, si anak masih memiliki kelekatan emosi dengan orang tua (emotional attachement). Anak benar-benar merasa nyaman dan aman berada dekat secara fisik maupun emosional dengan orang tuanya. Anak akan merasa takut berpisah dengan orang tuanya (separation anxiety). Hal ini adalah wajar karena anak masih dalam proses pengembangan kelekatan emosi yang nyaman (secure) dengan orang tuanya. Berkaitan dengan proses perkembangan kognitif, seorang anak terkadang mengembangkan cerita-cerita khayalan dan tidak masuk akal. Membuat cerita-cerita khayalan bukanlah bentuk perilaku berbohong, namun sebagai konsekuensi perkembangan daya imajinasi yang tidak terbendung. Selain itu, ada karakteristik berpikir yang egosentris yaitu cara berpikir dalam menghadapi sesuatu hal dengan pandangan diri-sendiri. Anak belum mampu memahami sesuatu dari pandangan orang lain.
3. Masa Anak-anak Awal (Early Childhood)
Secara kronologis usia, yang tergolong anak-anak awal ialah mereka yang berada pada usia 4-5 tahun, 11 bulan. Anak awal memiliki karakteristik perubahan fisik yang relatif lebih cepat dibandingkan masa anak tengah. Baik anak laki-laki maupun perempuan relatif memiliki tinggi badan yang sama, namun berat badan anak laki-laki lebih berat dibandingkan anak perempuan.
Dalam perkembangan psikososial, anak-anak awal masih terikat dan memfokuskan diri pada hubungan dengan orang tua atau keluarga. Meskipun demikian, masa anak ini ditandai dengan kemandirian, kemampuan control diri (self-control) dan hasrat untuk memperluas pergaulan dengan anak-anak yang sebaya. Pergaulan yang makin meluas ini akan mengurangi sifat egosentrisme, mengurangi kelekatan emosi dengan orang tua, dan mengurangi sifat irasionalnya. Hal ini dipengaruhi oleh perubahan lingkungan sosial dari keluarga dan makin bertambah luas karena anak-anak mulai memasuki kegiatan di kelompok bermain atau taman kanak-kanak.
4. Masa Anak Tengah (Middle Childhood)
Papilla, Olds, dan Feldman (2009) menyebutkan secara umum bahwa masa anak tengah ini berada pada rentangan usia 6-12 tahun. Anak tengah awal kira-kira berumur 7-9 tahun dan mereka duduk di bangku kelas 1,2, atau 3 sekolah dasar. Sedangkan anak tengah akhir berusia 10-12 tahun dan berada di kelas 4,5, atau 6 sekolah dasar. Anak tengah akhir ini mulai menunjukkan perilaku yang mengarah ke pacaran, walaupun tidak/belum serius. Mereka memiliki rasa ketertarikan secara seksual terhadap lawan jenis. Hal ini mendorongnya untuk mengadakan hubungan pergaulan lintas jenis kelamin (heterosexual relationship).
Kehidupan psikososial anak-anak tengah diwarnai dengan kekompakkan kelompok teman sebaya yang sejenis kelamin. Anak akan mengembangkan peran gender artinya anak-anak akan melakukan peran tugas dan tanggung-jawab sesuai dengan jenis kelaminnya.
5. Masa Remaja (Adolescence)
Masa remaja dianggap sebagai masa transisi (peralihan) diri dari masa anak tengah yang bertumbuh-kembang memasuki masa-masa dewasa muda. Secara umum yang tergolong remaja adalah mereka yang berusia 13-21 tahun. Masa remaja memiliki ciri pertumbuhan fisik yang relatif cepat dibanding masa anak tengah. Organ-organ fisik remaja mencapai taraf kematangan maksimal yang memungkinkan berfungsinya sistem reproduksi dengan sempurna. Sementara itu, remaja mulai merasa tidak mau dikekang atau dibatasi secara kaku oleh aturan keluarga. Mereka ingin memperoleh kesempatan untuk mengembangkan diri guna mewujudkan jati diri (self identity). Hanya saja cara berpikir mereka cenderung egosentris dan sulit untuk memahami pola pikir orang lain. Itulah sebabnya, antara orang tua dan remaja terjadi perbedaan pandangan yang dapat menyebabkan konflik. Bila konflik tidak terselesaikan dengan baik, maka menyebabkan masalah keluarga antara orang tua dan anak.
6. Masa Dewasa Muda (Young Adulthood)
Umumnya yang tergolong dewasa muda ialah mereka yang berusia 22-40 tahun. Dari sisi perkembangan kognitif, mereka telah lulus sekolah menengah umum dan memasuki dunia perguruan tinggi, lalu segera mengembangkan karier sesuai dengan minat-bakatnya. Apabila tidak melanjutkan ke akademi atau universitas, biasanya mereka langsung bekerja meniti jenjang karier. Tidak lama kemudian, mereka membina kehidupan rumah tangga dengan pasangan hidup yang telah dijalin semasa remajanya dulu atau yang ditemukan semasa mereka bekerja. Sambil mendidik dan membimbing anak-anak, mereka tetap meniti puncak karier (Papila, Olds, dan Feldman, 2004). Bahkan tidak sedikit dari mereka menduduki posisi pimpinan, seperti manajer, direksi, atau menteri.
7. Masa Dewasa Tengah (Middle Adulthood)
Masa dewasa tengah merupakan masa yang penuh tantangan, karena kondisi fisik mereka mulai mengalami penurunan. Untuk wanita mulai mengalami menopause, ini berarti potensi untuk mengandung dan melahirkan anak tidak memungkinkan lagi. Demikian pula bagi laki-laki merasa menghadapi kenyataan bahwa dirinya mulai menjadi tua. Sementara itu, tuntutan sosial agar diri mereka tampil prima tetap kuat. Kerena itu, tidak jarang mereka yang cenderung kurang mampu menerima diri sendiri, cenderung melakukan aktivitas eksperimen-eksperimen seksual dengan pasangan yang lebih muda. Sebaliknya, mereka yang mampu mencapai kepribadian yang terintregasi tidak akan menemui hambatan yang berarti. Mereka justru akan bersikap dan bertindak bijaksana. Mereka mengakui bahwa mereka memasuki masa tua dan akan membimbing anak-anaknya agar dapat menjadi orang yang berhasi dan bertanggung jawab (Turner dan Helms, 1995
8. Masa Dewasa Akhir (Late Adulthood)
Dewasa akhir merupakan tahap yang dialami oleh individu yang akan memasuki masa kematian. Hamper tidak seorangpun yang menginginkan dirinya untuk menjadi tua namun kenyataannya yang mengharuskan untuk mengalaminya. Sebagian besar, mereka memiliki kondisi fisik yang sehat dan aktif dalam berkarya. Dalam melakukan kegiatan fisik, mereka cenderung cepat merasa lelah, capai dan waktu reaksi terhadap suatu stimulus tergolong lambat. Apalagi bagi mereka yang terbiasa bekerja dengan menggunakan kekuatan intelektual, maka kegiatan fisik cenderung dikurangi frekuensinya (Papila, Olds, dan Feldman, 2004; Turner dan Helms, 1995).
3. Tahap-tahap Perkembangan Menurut Charlotte Bubler
1. Masa Pertama
    - Usia 0-1 tahun
    - Anak berlatih mengenal lingkungan dengan berbagai macam gerakan
    - Pada waktu lahir mengalami dunia tersendiri yang tak ada hubungannya dengan lingkungannya.
    - Pada masa ini dua peristiwa penting yaitu belajar berjalan dan berbicara
2. Masa Kedua
    - Usia 2-4 tahun.
    - Keadaan dunia luar semakin dikuasai dan dikenalnya melalui bermain, kemajuan bahasa dan pertumbuhan kemauannya.
    - Dunia dilihat dan dinilai menurut keadaan dan sifat batinnya.
    - Bila ia berusia 3 tahun ia akan mengalami krisis pertama (trotzalter I).
3. Masa Ketiga
    - Usia 5-8 tahun.
    - Keinginan bermain berkembang menjadi semangat bekerja dan rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan semakin tinggi, demikian pula rasa sosialnya.
   - Pandangan terhadap dunia sekelilingnya ditinjau dan diterima secara objektif.
4. Masa Keempat
    - Usia 9-13 tahun
    - Keinginan maju dan memahami kenyataan mencapai puncaknya.
    - Pertumbuhan jasmani subur dan kondisi kejiwaannya tampak tenang.
    - Ketika usia 12-13 tahun (bagi perempuan) dan 13-14 tahun (bagi laki-laki), mereka mengalami masa krisis dalam proses perkembangannya. Pada masa ini timbul kritik terhadap diri sendiri, kesadaran akan kemauan, penuh pertimbangan, mengutamakan tenaga sendiri, disertai berbagai pertentangan yang timbul dalam dengan dunia lingkungan, dan sebagainya.
5. Masa Kelima
    - Usia 14-19 tahun
    - Masa pubertas mencapai kematangan
    - Anak yang berada pada masa puber selalu merasa gelisah karena mereka sedang mengalami sturm und drang (ingin memberontak, gemar mengeritik, suka menentang dan sebagainya)
    - Pada akhir pubertas, sekitar usia 17 tahun, anak mulai perpaduan(sintesis), berkat keseimbangan antara dirinya dengan pengaruh dunia lingkungannya
    - Pertanda bahwa remaja masuk pada usia matang yaitu membentuk pribadi, menerima norma-norma budaya dan kehidupan pasca keseimbangan diri.
4. Tahap-tahap Perkembangan Menurut Harvey A. Tilker PHd dan Elizabeth B. Hurlock
1. . Masa Sebelum Lahir (Prenatal) selama 9 bulan atau 280 hari
Ciri-cirinya:
a. Ditentukannya sifat-sifat bawaan dan jenis kelamin individu,
b. Kondisi ibu sangat menentukan pola pertumbuhan prenatal,
c. Secara proporsional pertumbuhan pada periode ini lebih besar daripada periode lainnya,
d. Terdapat banyak bahaya fisik dan psikologis,
e. Orang-orang yang berarti dapat membentuk sikap kepada si janin.
2. Masa Bayi Baru Lahir (New Born) 0,0-2 minggu
Ciri-cirinya masa bayi baru lahir:
a. Masa perkembangan yang tersingkat dari periode lainnya,
b. Penyesuaian diri untuk kelangsungan hidup/ perkembangan janin,
c. Ditandai dengan terhentinya perkembangan,
d. Di akhir periode ini apabila si bayi selamat maka akan terjadi perkembangan lebih lanjut.
3. Masa Bayi (Babyhood) dari 2 minggu-2 tahun
Ciri-cirinya:
a. Masa bayi yaitu masa dasar atau maasa pembentukan dasar kehidupan, karena terbentuknya pola perilaku, sikap dan pola ekspresi emosi,
b. Bayi berkembang pesat baik fisik maupun psikologisnya,
c. Masa bayi selain meningkatnya individualitas, juga merupakan permulaan sosialisasi,
d. Masa permulaan berkembangnya penggolongan peran seks/ jenis kelamin,
e. Masa yang menarik sehingga semua orang senang kepada bayi,
f. Merupakan permulaan kreativitas.
4. Masa kanak-kanak awal (early childhood) dari 2-6 tahun
Ciri-cirinya:
a. Orang tua menyebutnya problematis/ uisa sulit karena sulit dididik,
b. Usia main karena sebagian besar hidup anak waktunya dihabiskan untuk bermain,
c. Para pendidik menyebutnya anak usia prasekolah yaitu masa persiapan untuk masuk sekolah
   dasar,
d. Usia pra kelompok karena anak-anak mempelajari dasar-dasar perilaku sosial,
e. Usia penjelajah dan usia bertanya, karena anak-anak menjelajahi lingkungan dengan dorongan ingin tahu apa yang ada disekitar. Dan salah satu cara untuk menjelajahi lingkungan dengan bertanya,
f. Berani dan senang mencoba hal-hal yang baru
5. Masa Kanak-kanak Akhir (Later Childhood) 6-12 tahun
Ciri-cirinya:
a. Usia tidak rapih karena mereka cenderung tidak memperdulikan atau ceroboh dalam penampilan,
b. Usia bertengkar karena sering terjadi pertengkaran antara anak-anak lainnya dengan anggota keluarga,
c. Masa menyulitkan karena anak-anak tidak menurut perintah lebih menuruti teman-temannya daripada orang tuanya,
d. Usia sekolah dasar, karena anak masanya untuk masuk/ mengikuti pendidikan sekolah dasar,
e. Perhatian utama hidup anak masa ini tertuju pada keinginan diterima oleh teman-teman sebaya sebagai anggota kelompok ,
f. Anak-anak ingin menyesuaikan diri dengan standar yang disetujui kelompok dalam penampilan, berbicara dan perilaku lainnya.
6. Masa Puber (Puberty) 11/12-15/16 tahun
Ciri-cirinya:
a. Haid yang pertama kali pada anak perempuan dan mimpi basah pada anak laki-laki,
b. Puber bagi anak perempuan adalah tiga belas tahun dan bagi anak laki-laki empat belas tahun,
c. Perubahan besarnya tubuh,
d. Perubahan proporsi tubuh, hal ini dipengaruhi oleh usia kematangan seksual,
e. Perubahan pada masa Puber mempengaruhi keadaan fisik, sikap, dan perilaku.
7. Masa Remaja (Adolescence) 15/16 tahun-21 tahun
Ciri-cirinya:
a. Perubahan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, meninggalkan segala sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan,
b. Meningkatnya emosi, perubahan emosi banyak terjadi pada awal remaja,
c. Merasa ditimbuni masalah dan kesulitan remaja dalam mengatasi masalah individuasi yaitu kesulitan dalam mewujudkan dirinya sebagai seorang yang dewasa,
d. Mencari dan menemukan identitas dirinya sendiri,
e. Usia yang menimbulkan ketakutan karena anggapan masyarakat terhadap remaja bahwa remaja anak-anak yang tidak rapih, yang tidak dapat dipercaya, tidak bertanggung jawab dsb,
f. Remaja cenderung untuk memandang kehidupan atau melihat dirinya sendiri dan orang lain sebagaimana yang ia inginkan dan bukan sebagaimana adanya.
8. Masa Dewasa Awal (Early Adulthood) 21-40 tahun
Adalah masa pencaharian kemantapan dan masa reproduktif yaitu masa yang penuh dengan masalah dan ketegangan emosional, periode isolasi, periode komitmen dan masa ketergantungan, perubahan nilai-nilai, kreatifitas dan penyesuaian diri pada pola hidup yang baru.
Ciri-cirinya:
a. Memainkan peran baru seperti peran suami/ istri, orang tua, pencari nafkah dll,
b. Apabila mereka menemui kesulitan mereka ragu-ragu untuk meminta pertolongan dan nasehat orang lain karena enggan kalau dianggap belum dewasa,
c. Perhatian terhadap penampilan, pakaian, tata rias dan lambang-lambang kedewasaan,
d. Kegiatan sosial sering dibatasi oleh berbagai tekanan pekerjaan dan keluarga, sehingga hubungan dengan teman-teman kelompok sebaya masa remaja menjadi renggang.
9. Masa Dewasa Madya (Middle Adulthood) 40-60 tahun
Ciri-cirinya:
a. Periode yang ditakuti dilihat dari seluruh kehidupan manusia, orang-orang dewasa tidak akan mengakui bahwa mereka mencapai usia tersebut,
b. Masa transisi dimana pria dan wanita mennggalkan ciri-ciri jasmani dan perilaku masa dewasanya dan memasuki kehidupan dengan cirri-ciri jasmani dan perilaku yang baru,
c. Perhatian terhadap agama lebih besar dibandingkan dengan sebelumnya,
d. Penyesuaian diri terhadap pekerjaan sangat pelik karena dipengaruhi oleh sikap sosial yang tidak menyenangkan, keharusan pensiun, dll,
e. Mempersiapkan diri dalam mendekati masa pensiun.
10. Masa Usia Lanjut (Later Adulthood) 60 tahun keatas
Ciri-cirinya:
a. Ketuaan yang bersifat fisik mendahului ketuaan psikologis yang merupakan kejadian yang bersifat umum,
b. Meningkatnya ketergantungan fisik dan ekonomi pada orang lain,
c. Perubahan yang menyangkut kemampuan motorik, perubahan fisik, fungsi psikologis, sistem saraf, penampilan dan kemampuan seks,
d. Keterkaitan terhadap agama bertambah dan sering dipusatkan pada masalah tentang kematian,
e. Banyak bahaya fisik seperti penyakitan, gigi banyak yang tanggal, hilangnya kemampuan seksual,
f. Bahaya yang bersifat psikologis meliputi perasaan rendah diri, perasaan tak berguna, perasaan tidak enak akibat perubahaan fisik, perasaan bersalah karena menganggur.
PERTANYAAN DAN TUGAS
1.      Bagaimanakah karakteristik anak-anak menurut  Thonburg ?
2.      Apa saja ciri-ciri bayi pada masa bayi menurut Papila ?
3.      Apa saja tahap perkembangan menurut Charlotte Bubler ?
4.      Bagaimana karakteristik seseorang pada masa remaja ?
5.      Mengapa pada masa lansia organ-organ tubuh mulai menurun ?

No comments:

Post a Comment