Friday, 21 March 2014

Rancangan Penyelidikan Peranan Frekuensi Pengunyahan Nasi Terhadap Perubahan Warna Amilum



RANCANGAN PENYELIDIKAN SAINS SEDERHANA
A.  Judul Penyelidikan
Peranan Frekuensi Pengunyahan Nasi Terhadap Perubahan Warna Amilum
B.  Rumusan Masalah
Apa peranan frekuensi pengunyahan nasi terhadap perubahan amilum?
C.  Tujuan
Untuk mengetahui dan mendeskripsikan peranan frekuensi pengunyahan nasi
terhadap perubahan amilum.
D.  Kajian Pustaka
1.    Pencernaan Makanan
Pencernaan makanan di dalam tubuh ada dua macam, yakni pencernaan secara mekanik dan pencernaan kimiawi. Pencernaan mekanik adalah proses me-mecah makanan secara fisik menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Proses pen-cernaan secara mekanis di dalam mulut dilakukan melalui gerakan-gerakan meng-unyah, menghancurkan, dan menelan makanan. Pengunyahan makanan yang efek-tif yaitu antara 30-60 kali untuk makanan biasa, contohnya nasi, telur, roti. Se-dangkan untuk makanan yang dikeringkan antara 70-75 kali, misalnya dendeng. Fungsi mengunyah tersebut bertujuan mengubah makanan menjadi ukuran kecil sehingga mudah dicerna yang dilakukan oleh gigi. Hasil proses pencernaan  seca-ra mekanik akan dilanjutkan dengan pencernaan kimiawi. Pencernaan kimiawi a-dalah proses perubahan susunan molekul makanan dengan bantuan kerja enzim.

2.    Amilum
struktur-kimia-starchAmilum (Pati) tersusun dari dua macam karbohidrat, amilosa dan amilo-pektin dalam komposisi yang berbeda-beda yaitu 10-20% amilosa dan 80-90% a-milopektin. Amilum tidak larut di dalam air dingin, tetapi larut di dalam air panas membentuk cairan yang sangat pekat seperti pasta; peristiwa ini disebut “gelatini-sasi”. Kanji, merupakan salah satu contoh amilum. Struktur molekul dari kanji ini sebagai berikut :







Gambar 1 Struktur Kimia Amilum (Sumber: Tanzilul, 2012)
3.    Identifikasi Amilum
Mengidentifikasi adanya kandungan amilum pada sampel, kita dapat menggunakan bebebrapa pereaksi. Pereaksi-pereaksi tersebut yaitu pereaksi bene-dict, molisch, Iod, hidrolisis amilum.
Untuk Pereaksi molisch yang terdiri dari a-naftol dalam alkohol akan bere-aksi dengan furfural karbohidrat membentuk senyawa kompleks berwarna ungu. Warna ungu kemerah-merahan menyatakan reaksi positif, sedangkan warna hijau
adalah negatif.
4.    Kandungan Nasi Putih
Nasi adalah makanan pokok hasil olahan beras yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.  Nasi mengandung energi sebesar 176 kilokalori, protein 3,3 gram, karbohidrat 0 gram, lemak 0 gram, kalsium 4,9 miligram, fosfor 0 mili-gram, dan zat besi 0 miligram.  Selain itu di dalam nasi juga terkandung vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 0 miligram dan vitamin C 0 miligram.  Hasil terse-but didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Nasi, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 %.
http://2.bp.blogspot.com/-71ltEcxLhpY/UHH_RppG9zI/AAAAAAAAAYk/igocj0cNUGE/s320/SL731797.jpg 
Gambar 3 Sepiring Nasi Putih (Sumber: Malakkiano, 2012)

Keunggulan nasi putih adalah kecilnya kandungan lemak jenuh, kolesterol dan sodium, bahkan tidak ada sama sekali. Nasi putih juga merupakan sumber
yang baik untuk zat mangan.
5.    Lugol
            Lugol yodium, juga dikenal sebagai solusi Lugol, pertama  kali dibuat pa-da tahun 1829, merupakan solusi dari unsur iodium dan iodida kalium dalam air, yaitu setelah dokter Prancis JGALugol. Larutan yodium Lugol sering digunakan sebagai antiseptik dan desinfektan, untuk desinfeksi darurat air minum, dan seba-gai reagen untuk deteksi pati di laboratorium rutin dan tes medis. Ketika diguna-kan sebagai penguji amilum, bahan yang telah ditetesi oleh lugol akan berubah menjadi ungu hingga biru tua jika mengandung amilum.
E.  Hipotesis
Diduga frekuensi pengunyahan yang berbeda menyebabkan perubahan
warna kunyahan nasi yang berbeda pula.
F.   Variabel
Variabel Bebas          : Frekuensi pengunyahan (22 kali, 33 kali, dan 44 kali). Fre-kuensi penggunyahan ditentukan sebagai variabel bebas ka-rena dibuat berbeda untuk mengetahui pengaruhnya terhadap perubahan amilum.
Variabel Terikat        : Perubahan Amilum. Karena perubahan amilum yang diha-rapkan dari penyelidikan ini.
Variabel Kontrol       : Frekuensi 33 kali. Dipilih yang bisa dikendalikan sehingga peranan frekuensi pengunyahan terhadap perubahan amilum
tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak teliti.
G. Alat dan Bahan
1.    Alat :
·      3 buah sendok
·      Mangkuk
·      Timbangan
·      Cawan
·      Pipet
·      Mulut
·      Kelenjar air ludah
2.    Bahan :
·      Nasi
H.      Langkah Kerja
1.        Timbang nasi sebanyak 5 gram sejumlah 4 buah.
2.        Masukkan salah satu nasi ke dalam mulut.
3.        Kunyah nasi sebanyak 22 kali.
4.        Keluarkan kunyahan ke dalam cawan.
5.        Tetesi hasil kunyahan nasi dengan 5 tetes lugol.
6.        Aduk kunyahan nasi dan lugol hingga merata.
7.        Amati perubahan warna yang terjadi pada hasil kunyahan nasi dan catat.
8.        Masukkan nasi kedua ke dalam mulut.
9.        Kunyah nasi sebanyak 33 kali.
10.    Tetesi hasil kunyahan nasi dengan 5 tetes lugol dan amati perubahan yang ter-jadi lalu catat.
11.    Masukkan nasi ketiga ke dalam mulut.
12.    Kunyah nasi sebanyak 33 kali.
13.    Tetesi hasil kunyahan nasi dengan 5 tetes lugol dan amati perubahan yang ter-jadi lalu catat.
14.    Masukkan nasi keempat ke dalam mulut.
15.    Kunyah nasi sebanyak 44 kali.
16.    Tetesi hasil kunyahan nasi dengan 5 tetes lugol dan amati perubahan yang ter-jadi lalu catat.

I.     Format Pencatat Data
Tabel 1.1 Hasil Penyelidikan Frekuensi Pengunyahan Nasi
Terhadap Perubahan Amilum
No.
Frekuensi
Warna nasi sebelum ditetesi lugol
Warna nasi setelah ditetesi lugol
Keterangan
11.
22 kali



2.
33 kali



3.
33 kali



4.
44 kali





J.    Hasil Yang Diharapkan
Hasil yang diharapkan dari penyelidikan ini adalah terdapat perubahan warna pada amilum ketika frekuensi pengunyahannya berbeda. Semakin sedikit frekuensi pengunyahan maka warna kunyahan nasi setelah ditetesi lugol semakin pekat. Sedangkan semakin banyak frekuensi pengunyahan maka warna kunyahan nasi setelah ditetesi lugol semakin pudar.


DAFTAR RUJUKAN

makanan-mengandung.html), diakses tanggal 26 Januari 2014.

Destranda, Chatrio. 2011. Laporan Praktikum Biologi Uji Makanan, (Online),
makanan_27.html), diakses tanggal 26 Januari 2014.

Khoir, Tanzilul. 2012. Zat Tepung Amilum, (Online),       

Malakkiano, Sandy. 2012. Kandungan Nutrisi Nasi Putih, (Online),

Wandy, Lee. 2012. Pencernaan Manusia, (Online),
     

No comments:

Post a Comment