Friday, 3 October 2014

Perjalanan menuju ke STAN (part I)

Kali ini aku akan bercerita mengenai perjalananku menuju ke salah satu mimpiku, yaitu STAN. STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara), merupakan perguruan tinggi kedinasan yang berada di bawah naungan Kementrian Keuangan. Untuk bisa meraih golden ticket ke sana, saya membutuhkan berbagai cara. Yang pertama tes tertulis dulu yang berisi Tes Potensi Akademik dan Tes Bahasa Inggris. Untuk TPA ada 120 soal yang harus diselesaikan selama 100 menitan lah. Sedangkan TBI ada 60 soal untuk 50 menit. Mendebarkan bukan? Hehe

Perjuangan saya untuk menggapai kampus Ali Wardhana ini dimulai ketika saya masih SMP. Kenapa ketika SMP? Saudara saya ada yang pernah menempuh pendidikan di STAN. Sejak saat itu saya mulai tertarik di STAN. Ketika masih SMA, pernah ditanya oleh salah satu tenaga dari tim tes IQ yang datang ke sekolah saya tentang apa cita-citamu, dan dengan lantangnya saya jawab “DESAINER UANG” hehe.

Semenjak SMA kelas XI, saya sering belajar TPA di internet, mengikuti TO STAN di kota tetangga (Kediri maksudnya). Ketika menginjak kelas XII, saya mulai ragu adakah USM STAN tahun ini. Karena tahun 2012 STAN tidak mengadakan USM. Setelah mendapat kabar tentang seperti-ada-USM saya mulai giat berlatih soal-soal. Oh iya, saya juga GAGAL di SNMPTN 2013 karena saya mengambil program studi yang berat berat hehe yakni PGSD UM dan PGSD UNESA. Ah tapi itu tidak masalah karena saya menduganya sejak awal.
Persiapan SBMPTN saya mulai ketika sebelum pengumuman SNMPTN di sebuah lembaga bimbingan belajar yang dekat dengan sekolah saya dulu. Selain murah, disini juga berkualitas loh hehe.
Ketika ada pengumuman USM STAN 2013, saya langsung menangis. Padahal masih pengumuman USM. Entah angin apa yang merasukiku hehe. Saya putuskan untuk daftar. Alhamdulillah waktu itu saya membayar biaya pendaftaran menggunakan uang hasil melatih nari di SMPN 1 kalidawir, jadi tidak memberatkan orang tua.
Saya mendaftar USM STAn dengan teman saya yaitu Puput. Kita belajar bersama, fotokopi soal bersama. Ketika saya belum mempunyai buku soal-soal USM, dia sudah punya kemudian saya fotokopi punya dia. Nah waktu verifikasi, ada mas dan mbak maharema (karena saya tes di malang) yang jualan buku, saya langsung membelinya dan sekali lagi ganti puput yang fotokopi punya saya.
Persiapan SBMPTN dan USM STAN berlangsung iring-iringan hehe. Setelah semua selesai tes, pengumuman SBMPTN terlebih dahulu yang muncul dan JEBREEETTTT alhamdulillah saya lolos S1 PGSD Universitas Negeri Malang. Seketika saya bimbang, karena tujuan utama saya adalah STAN, bukan PGSD. Tapi akhirnya saya ambil juga untuk cadangan.
Kemudian muncullah pengumuman USM tertulis dan alhamdulillah saya lolos untuk mengikuti tahap selanjutnya dan puput belum lolos. Namun sayang, pelaksanaan tes tahap 2 USM bentrok dengan jadwal PKPT UM.

 ................ (bersambung).

No comments:

Post a Comment