Monday, 25 January 2016

[PUISI] Senja dan Penyesalan



Masih di senja yang sama.
Di tempat yang sama.
Namun, kali ini tak ada yang menemaninya.
Sendiri.

Dilemparnya jauh-jauh sebuah batu ke arah sungai yang membelah tanah Borneo itu.
Aura kemarahan tersirat di wajahnya.
Aura kekalahan, tepatnya.

Satu tahun ini ia sering menghabiskan senja di tepi sungai itu bersama seseorang.
Seseorang yang juga menyukai senja, seperti dirinya.
Seseorang yang telah ia anggap sebagai belahan jiwanya.

Namun kini, sendiri ia menatap senja yang muram.
Seakan senja marah kepada dirinya.
Mengapa tak sedari dulu mengatakan perasaannya kepada seseorang itu.

Sekarang, hanya penyesalan.
Seseorang itu telah pergi jauh, tanpa mengetahui apa yang ada di dalam perasaan kawannya itu.

Pupus.
Tak dapat ia memutar waktu.
Pasrah.
Berharap segera bertemu kawan baru.
Pastinya, tak lagi sama.

1 comment:

  1. sedikit menyiratkan isi hati kayaknya, hihihiii~

    ReplyDelete